STUDI EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI JAGUNG DI KECAMATAN JEROWARU KABUPATEN LOMBOK TIMUR (KASUS PADA USAHATANI KONSERVASI)

Nurbakti, Nurbakti (2019) STUDI EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI JAGUNG DI KECAMATAN JEROWARU KABUPATEN LOMBOK TIMUR (KASUS PADA USAHATANI KONSERVASI). S1 thesis, Universitas Mataram.

[img] Text
SKRIPSI NURBAKTI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Pembangunan pertanian merupakan bagian integral dalam pembangunan nasional Indonesia maka pembangunan pertanian harus diarahkan sebagai upaya untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional sebagaimana diamanatkan konstitusi, yaitu mewujudkan Indonesia mandiri, maju, bermartabat, adil dan makmur paling lambat pada tahun 2045. Adapun agenda prioritas Indonesia yang mengarahkan pembangunan pertanian ke depan untuk mewujudkan kedaulatan pangan, agar Indonesia sebagai bangsa dapat mengatur dan memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya secara berdaulat. Kedaulatan pangan diterjemahkan dalam bentuk kemampuan bangsa dalam hal: (1) mencukupi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri, (2) mengatur kebijakan pangan secara mandiri, serta (3) melindungi dan menyejahterakan petani sebagai pelaku utama usaha pertanian pangan. Salah satu komoditi tanaman pangan yang dapat mengambil peran dalam pembangunan sektor pertanian adalah komoditi jagung. Berdasarkan data yang berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS), bahwa hasil produksi jagung di NTB dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, luas panennya pun meningkat. Data produksi tahun 2013 hingga 2016 berturut-turut sebagai berikut; pada tahun 2013 mencapai 642.674 ton, namun di tahun 2014 ada sedikit penurunan produksi mencapai 633.773 ton, disusul peningkatan hasil produksi di tahun 2015 sebesar 785.864 ton, dan di tahun 2016 sebesar 835.058 ton. Pada tahun 2017 terjadi peningkatan produksi drastis yaitu mencapai 959.973 ton, dengan luas panen yang juga semakin meluas. Kabupaten Lombok Timur adalah salah satu kabupaten di Nusa Tenggara Barat yang memiliki luas wilayah paling luas di Pulau Lombok yaitu sekitar 1.605.55 km2 , Salah satu sentra produksi jagung di kabupaten Lombok Timur adalah Kecamatan Jerowaru. Produksi jagung di Kecamatan Jerowaru mengalami Peningkatan. Rata-rata produksi jagung di Kecamatan Jerowaru secara berturut-turut dari tahun 2012-2015 yaitu 5,48 Ton/Ha, 5,74 Ton/Ha, 5,29 Ton/Ha dan 6,72Ton/Ha. Peningkatan produksi ini dikarenakan peningkatan luas lahan dan penerapan petani dalam berusahatani yang menggunakan teknik konservasi (BPS Lombok Timur Dalam Angka, 2013-2017). Hal ini menjelaskan ada faktor lain yang menyebabkan produksi meningkat selain luas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengkaji pengaruh penggunaan faktor produksi terhadap hasil pada usahatani jagung konservasi. (2) Mengkaji besar pendapatan dari pennggunaan faktor produksi pada usahatani jagung konservasi. (3) Mengkaji efisiensi penggunaan faktor produksi pada usahatani jagung konservasi. Penentuan daerah sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling atas dasar kedua desa tersebut mengusahakan usahatani jagung menggunakan teknik konservasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif dengan teknik survei dan wawancara. Data yang digunakan adalah data primer dan data skunder yang dianalisis secara kualitiatif dan kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan faktor produksi yaitu luas lahan garapan (X1), benih (X2), pupuk Urea (X3), pupuk Ponska (X4), Pestisida (X5) dan tenaga kerja (X6) secara serempak di daerah penelitian berpengaruh terhadap hasil produksi jagung. Namun secara parsial hanya (X1) luas lahan dan (X4) pupuk Ponska yang berpengaruh nyata. Pendapatan pada usahatani jagung pertanian konservasi yaitu sebesar Rp. 22.379.021per luas lahan garapan atau sebesar Rp. 11.821.407 per hektar. Tingkat efisiensi penggunaan faktor produksi Luas Lahan (X1), Benih (X2), Pupuk Ponska (X4) dan Pestisida (X5) belum efisien sehingga perlu adanya penambahan jumlah penggunaan faktor produksi lahan dan penambahan faktor produksi benih, sedangkan tingkat efisiensi penggunaan faktor produksi Pupuk Urea (X3) dan Tenaga Kerja (X6) tidak efisien sehingga perlu adanya pengurangan jumlah penggunaan masing-masing faktor produksi tersebut.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian
Depositing User: Wiwin Kartikawati
Date Deposited: 10 Oct 2019 02:39
Last Modified: 10 Oct 2019 02:39
URI: http://eprints.unram.ac.id/id/eprint/14727

Actions (login required)

View Item View Item