ANALISIS KELAYAKAN USAHA AGROINDUSTRI GULA AREN DI KECAMATAN PRINGGASELA KABUPATEN LOMBOK TIMUR

Lalu, Umar Harun (2021) ANALISIS KELAYAKAN USAHA AGROINDUSTRI GULA AREN DI KECAMATAN PRINGGASELA KABUPATEN LOMBOK TIMUR. S1 thesis, Universitas Mataram.

[img] Text
Lalu Umar Harun (C1G016116).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Agroindustri merupakan salah satu pembangkit perekonomian masyarakat karena mempunyai pengaruh yang sangat luas terhadap sektor-sektor lainnya. Jika agroindustri berkembang dapat meningkatkan sektor perdagangan. Selain itu, agroindustri membutuhkan pasokan bahan baku dari hasil pertanian dan sektor lainnya sehingga dapat dikatakan bahwa naik turunnya sektor ini akan mempengaruhi sektor lainnya. Salah satu agroindustri yang dapat dilestarikan dan dikembangkan baik kualitas dan kuantitas adalah agroindustri gula aren. Potensi tanaman aren untuk menghasilkan gula sangat tinggi, sedangkan Indonesia memiliki tanaman aren yang sangat melimpah dimana sebagian besar tumbuh sebagai hutan campuran. Tanaman aren memproduksi air nira yang sebagian besar diolah menjadi gula aren. Namun demikian, proses produksi ini masih sangat tradisional sehingga mempunyai mutu yang sangat beragam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui besarnya biaya dan pendapatan pada Agroindustri gula aren di Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur, (2) menganalisis kelayakan usaha aggroindustri gula aren di Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur (3) mengetahui kendala - kendala yang ada pada Agroindustri gula aren di Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur. Metode Penelitian yang dipergunakan adalah metode deskriptif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah usaha gula aren di Desa Jurit Baru Kecamatan pringgasela. Penentuan daerah sampel secara Purposive Sampling sebagai lokasi penelitian atas pertimbangan bahwa desa tersebut merupakan penghasil gula aren terbanyak di Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur. penentuan jumlah responden ditetapkan secara Sensus, yakni seluruh pengrajin gula aren yang ada di desa Jurit Baru dan Timbanuh detetapkan sebagai responden. Jenis Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data kualitatif dan kuantitatif. Data yang digunakan dalam peneltian ini adalah data primer dan data sekunder. Biaya-biaya tersebut meliputi : (a) biaya tetap merupakan biaya yang tidak habis dalam satu kali produksi. meliputi, biaya pajak, sewa lahan, dan penyusutan alat- alat yang digunakan oleh produsen dan diukur dalam satuan rupiah. (b) biaya variabel yaitu biaya yang habis dipakai selama satu kali produksi. (5) Pendapatan adalah nilai produksi yang diterima dari usaha agroindustri gula aren setelah dikurangi biaya produksi (Rp). (6) Kelayakan Usaha adalah perbandingan antara penerimaan dengan total biaya produksi (R/C). Cara pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei. Data analisis menggunakan analisis pendapatan, analisis penerimaan dan analisis biaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Produksi gula aren sebesar 8kg/proses produksi atau 18 kg/bulan dengan harga jual sebesar Rp.25.000/kg maka diperoleh nilai produksi sebesar Rp. 192.708/proses produksi atau Rp. 3.691.667/bulan. Dengan biaya produksi sebesar Rp. 116.413/proses produksi atau Rp. 2.209.458/bulan maka diperoleh pendapatan sebesar Rp. 76.296/proses produksi atau Rp. 1,.82.209/bulan. (2) R/C yang diperoleh agroindustri gula aren lebih besar dari satu (R/C > 1) yang berarti usaha agroindustri gula aren yang dilakukan pengrajin di Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur adalah efisien atau layak untuk diusahakan. Adapun nilai efisiensi usaha untuk usaha agroindustri gula aren adalah R/C = 1,60 artinya: bahwa setiap satu rupiah biaya produksi yang dikeluarkan pada usaha agroindustri gula aren akan memberikan penerimaan sebesar 1,60 rupiah. (3) Kendala yang dihadapi pengrajin pada kayu bakar saja sebanyak 3 orang atau sekitar 12,5%, pengerajn yang terkendala kekurangan kayu untuk pemasakan air nira aren yang diolah menjadi gula aren, dikarenakan penggunaan kayu yang banyak untuk memasak air nira menjadi gula aren, pengrajin yang terkendala hanya kayu ini berproduksi sedikit gula aren kisaran 20 L hingga 30 L atau 4 – 6 kg gula aren, kendala pengrajin berikutnya yaitu yang terkendala terhadap musim dan kayu sebanyak 11 orang atau 45,83%, pengrajin yang terkendala kayu dan musim memproduksi gula aren mulai dari 20 L hingga 60 L atau 4 kg hingga 12 kg gula aren dan yang terakhir yaitu terkendala bahan baku, kayu dan musim sebanyak 10 orang atau 41,67%, pengrajin yang terkendala bahan baku, kayu, dan musim mengalami kurang bagusnya air nira dikarenakan ketika penyadapan air yang diproduksi pohon nira aren kurang bagus, kendala ini lebih sering terjadi pada pengrajin yang memiliki produksi tinggi diatas 50 L atau 10 kg.

Item Type: Thesis (S1)
Keywords (Kata Kunci): Gula Aren, Kelayakan, Biaya dan Pendapatan.
Subjects: S Agriculture > SB Plant culture
Divisions: Fakultas Pertanian
Depositing User: Rini Trisnawati
Date Deposited: 05 Feb 2021 04:34
Last Modified: 05 Feb 2021 04:34
URI: http://eprints.unram.ac.id/id/eprint/20757

Actions (login required)

View Item View Item