PERSEPSI DAN PERILAKU UMAT BERAGAMA KOTA MATARAM TERHADAP PROTOKOL KESEHATAN DI RUMAH IBADAH

IKA, SATRIA WIJAYA (2021) PERSEPSI DAN PERILAKU UMAT BERAGAMA KOTA MATARAM TERHADAP PROTOKOL KESEHATAN DI RUMAH IBADAH. S1 thesis, Universitas Mataram.

[img] Text
SKRIPSI_IKA SATRIA WIJAYA_L1C017035.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Pandemik Covid-19 mengakibatkan munculnya masalah dalam bidang ekonomi, dan juga sosial, salah satunya adalah pembatasan dan penutupan rumah ibadah, hal ini menimbulkan protes di masyarakat, sehingga pemerintah mengambil upaya untuk mengatasi pembatasan dan penutupan rumah ibadah tersebut yaitu dengan menerapan protokol kesehatan dirumah ibadah. Penerapan protokol kesehatan tersebut ternyata menimbulkan masalah lainnya yaitu, adanya jarak dalam beribadah, banyak kegiatan umat beragama yang tidak terleksana, sehingga banyak pro konta terhadap aturan protokol kesehatan ini. Berdasarkan kondisi tersebut maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dan perilaku umat beragama Kota Mataram terhadap protokol kesehatan di rumah ibadah. Dalam menjelaskan permasalahan, penelitian ini menggunakan teori kontruksi Sosial dari Peter L.Berger dan Thomas Luckmann, serta teori tindakan sosial dari Max Weber. Penelitian ini berlokasi di Kota Mataram dengan meneliti di rumah ibadah 4 agama yaitu agama Islam, agama Katholik, Agama Protestan, dan juga agama Hindu dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan jumlah informan sebanyak 26 orang yang terdiri dari 9 orang pengurus rumah ibadah yang dipilih secara purvosive sampling, serta 13 orang yang dipilih secara snowball sampling, terdiri dari pemuka agama dan juga masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan ada 6 persepsi umat beragama Kota Mataram terhadap protokol kesehatan di rumah ibadah yaitu: (1) protokol kesehatan sebagai persyaratan pembukaan rumah ibadah, (2) protokol kesehatan sebagai tiket akses masuk beribadah, (3) protokol kesehatan (masker) sebagai pakaian tambahan beribadah (4) protokol kesehatan sebagai alat pendisiplinan tubuh, (5) protokol kesehatan sebagai bentuk penghabisan anggaran (6) protokol kesehatan sebagai alat proteksi diri. Sedangkan perilaku umat beragama Kota Mataram terhadap protokol kesehatan di rumah ibadah juga terdari dari 6 yaitu: (1) perilaku pra ibadah yakni pendaftaran ibadah, (2) perilaku selama ibadah yakni menerapkan protokol kesehatan, (3) perilaku paska ibadah yakni, menghindari kontak fisik, (4) perilaku ibadah virtual, (5) perilaku memindahkah lokasi ibadah dan pindah lokasi ibadah dan, (6) perilaku membagi waktu ibadah.

Item Type: Thesis (S1)
Keywords (Kata Kunci): Kata Kunci: Protokol Kesehatan, Persepsi, Perilaku.
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: Program Studi Sosiologi
Depositing User: Rini Trisnawati
Date Deposited: 17 Nov 2021 00:59
Last Modified: 17 Nov 2021 00:59
URI: http://eprints.unram.ac.id/id/eprint/26045

Actions (login required)

View Item View Item