STUDI KOMPARATIF STRUKTUR CERITA LEGENDA LA HILA (BIMA) DAN LEGENDA PUTRI MANDALIKA (LOMBOK)

ROSNILAWATI, - (2016) STUDI KOMPARATIF STRUKTUR CERITA LEGENDA LA HILA (BIMA) DAN LEGENDA PUTRI MANDALIKA (LOMBOK). S1 thesis, Universitas Mataram.

[img] Text (Bahasa Indonesia)
SKRIPSI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Skripsi berjudul “Studi Komparatif Legenda La Hila (Bima) dan Legenda Putri Mandalika (Lombok)”. Masalah yang diangkat ialah (a) Bagaimanakah unsur intrinsik yang terdapat dalam legenda La Hila (Bima)? (b) Bagaimanakah unsur intrinsik yang terdapat dalam legenda Putri Mandalika (Lombok)? Bagaimanakah persamaan dan perbedaan yang terdapat dalam kedua legenda tersebut?. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan unsur intrinsiknya, khususnya dalam hal tema, tokoh/penokohan, alur/plot, latar/setting dan amanat yang terdapat di dalam kedua legenda. Metode pengumpulan data yang digunakan untuk menjawab semua permasalan yang ada yaitu metode dokumentasi dan metode kepustakaan. Proses analisis data dalam penelitian ini dilakukan dalam suatu proses yaitu penganalisisan data telah mulai dilakukan sejak pengumpulan data dan dikerjakan secara intensif sampai berakhirnya penelitian. Hasil penelitian ini adalah perbandingan unsur intrinsik legenda La Hila dan Putri Mandalika yang memiliki persamaan unsur intrinsik seperti tema yaitu Legenda La Hila dan Putri Mandalika sama-sama mengangkat tema tentang pengorbanan seorang gadis untuk menghindari peperangan, tokoh yang digambarkan dalam cerita yaitu seorang gadis yang sangat cantik rupawan dan amanat yang juga menyampaikan pesan moral yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Sifat yang rela berkorban demi kepentingan orang banyak. Selain mengemukakan persamaan dalam legenda, terdapat juga perbedaannya yaitu latar/setting. Latar tempat yang terdapat dalam legenda La Hila ialah di sebuah Sungai, sedangkan Putri Mandalika berubah menjadi Nyale bertempat di lautan. Latar waktu dalam legenda La Hila tidak diketahui jelas waktu di saat ia menghilang dan berubah menjadi serumpun Bambu, sedangkan Putri Mandalika tertulis pada tanggal 20 bulan 10 pada penanggalan Sasak dia berubah menjadi Nyale. Kemudian wujud setelah melakukan pengorbanan. La Hila berubah wujud menjadi serumpun Bambu (rebong). Sementara Putri Mandalika berubah wujud menjadi Nyale. Kesimpulannya, dalam kedua legenda sama-sama memiliki struktur cerita yang lengkap yang terdiri atas tema, tokoh/penokohan, alur, latar dan amanat.

Item Type: Thesis (S1)
Keywords (Kata Kunci): folklor, studi bandingan, unsur intrinsik.
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Depositing User: Ahmadi S.Si
Date Deposited: 26 Aug 2017 05:07
Last Modified: 26 Aug 2017 05:07
URI: http://eprints.unram.ac.id/id/eprint/446

Actions (login required)

View Item View Item