STRATIFIKASI SOSIAL DALAM NOVEL BUKAN PASAR MALAM KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER DAN KAITANNYA PADA PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH

Kurniawati, Ida (2016) STRATIFIKASI SOSIAL DALAM NOVEL BUKAN PASAR MALAM KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER DAN KAITANNYA PADA PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH. S1 thesis, Universitas Mataram.

[img] Text (Bahasa Indonesia)
Ida Kurniawati.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (805kB)

Abstract

Bukan Pasar Malam adalah sebuah novel yang sarat dengan stratifikasi sosial. Kelebihan yang terdapat dalam novel ini ceritanya menggambarkan kondisi rakyat pada pascakemerdekaan dan mengangkat sisi dari kehidupan rakyat di luar suasana pasar malam seperti biasanya yang sering dikunjungi banyak orang silih berganti. Masalah dalam penelitian ini, yaitu: (1) Bagaimanakah bentuk stratifikasi sosial dalam novel Bukan Pasar Malam karya Pramoedya Ananta Toer?. (2) Bagaimanakah kaitan stratifikasi sosial dalam novel Bukan Pasar Malam karya Pramoedya Ananta Toer dengan Pembelajaran Sastra di Sekolah?. Adapun tujuan dari penelitian ini (1) Mendeskripsikan bentuk stratifikasi sosial yang terdapat pada novel Bukan Pasar Malam karya Pramoedya Ananta Toer. (2) Mendeskripsikan kaitan stratifikasi sosial dalam novel Bukan Pasar Malam karya Pramoedya Ananta Toer. Metode pengumpulan data yang dilakukan yaitu : (1) Studi kepustakaan, (2) Metode Dokumentasi, (3) metode pencatatan. Metode Analisis Data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra menggunakan cara menguraikan kalmiat yang mengacu pada pendekatan stratifikasi sosial. Hasil penelitian menunjukkan klarifikasi stratfikasi sosial terdiri atas : (a) ukuran kekayaan, barang siapa yang memiliki kekayaan paling banyak termasuk dalam lapisan teratas seperti petinggi Negara yang mendiami istana dan memiliki kekayaan yang berlimpah ruah sehingga mampu membeli apapun yang diinginkan tanpa perlu bersusah payah; (b) ukuran kekuasaan, barangsiapa yang memiliki kekuasaan atau yang mempuanyai wewenang terbesar menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan seperti pasukan dari batas kota yang menempati lapisan atas karena dia mampu menguasai dan sangat di segani; (c) ukuran kehormatan, Orang yang paling disegani dan dihormati, mendapat tempat yang teratas seperti tokoh Presiden selaku pemimpin Neraga yang harus selalu dihormati; (d) ukuran ilmu pengetahuan sebagai ukuran dipakai oleh masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan . Setiap masing-masing ukuran yang terjadi di masyarakat dari hasil klarifikasi stratifikasi sosial juga menggolongkan lapisan masyarakat yang berbeda yaitu lapisan atas dan lapisan bawah.

Item Type: Thesis (S1)
Keywords (Kata Kunci): Stratifikasi Sosial, Sastra, Masyarakat
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Depositing User: Ahmadi S.Si
Date Deposited: 30 Aug 2017 06:28
Last Modified: 30 Aug 2017 06:28
URI: http://eprints.unram.ac.id/id/eprint/540

Actions (login required)

View Item View Item