AFIKSASI VERBA BAHASA SASAK DIALEK MENO-MENE DI KECAMATAN SAKRA KABUPATEN LOMBOK TIMUR

UTAMA, LALU MOH. SASTRA UMARIADI (2016) AFIKSASI VERBA BAHASA SASAK DIALEK MENO-MENE DI KECAMATAN SAKRA KABUPATEN LOMBOK TIMUR. S1 thesis, Universitas Mataram.

[img] Text (Bahasa Indonesia)
LALU MOH. SASTRA UMARIADI UTAMA (E1C 012 030).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (9MB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang analisis wujud, fungsi, dan makna afiks verba bahasa Sasak Dialek Meno-Mene (BSDM) di Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk afiks verba bahasa Sasak (BS) yang berkembang di desa Sakra, Kecamatan Sakra, mendeskripsikan fungsi yang muncul setelah melekat pada suatu kata dasar, mencari dan menganalisis perubahan makna yang muncul dari afiks verba BS setelah melekat pada suatu kata dasar. Pendeskripsian tersebut dilakukan berdasarkan salah satu cabang teori linguistik yaitu morfologi khususnya dalam bidang afiksasi pembentukan verba yang dikembangkan oleh Alwi, dkk. (2003), Mahsun (2007), Chaer (2008), dan Putrayasa (2008). Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode observasi dengan teknik sadap, teknik simak libat cakap, teknik simak bebas libat cakap, dan teknik catat. Data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan metode padan intralingual dan metode distribusional. Sementara itu, metode formal dan metode informal digunakan untuk menyajikan hasil analisis data. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa dalam BSDM terdapat beberapa afiks verba yang sering dipakai dalam percakapan sehari-hari seperti prefiks {N-}, {bǝ-}, {pǝ-}, dan {tǝ-}, sufiks {-an}, kombinasi afiks {N- [-an]}, dan {pǝ- [-an]}, dan konfiks {bǝ- [-an]}. Masing-masing wujud afiks memiliki fungsi tersendiri seperti, membentuk verba utuh atau mengubah bentuk kata (afiks infleksi), membentuk ajektifa, numeralia, dan nomina menjadi verba setelah mengalami afiksasi atau mengubah kategori kata (afiks derivasi), sedangkan makna yang ditimbulkan terdiri dari masing-masing bentuk afiks verba seperti makna ‘melakukan’, ‘memakai, menggunakan’, ‘mencari atau mengumpulkan’, ‘membubuhi’, ‘melakukan kenikmatan’, ‘sedang mengerjakan/ melakukan’, ‘meminta bantuan kepada’, ‘memakai’, ‘mengendarai’, ‘dalam keadaan’, ‘membuat lebih’, ‘sudah di’, ‘sanggup, sudah di’, ‘tak sengaja’, ‘melakukan untuk orang lain (benefaktif)’, ‘membuat jadi’, ‘resiprokal (saling berbalasan)’, dan ‘dibuat jadi (kausatif)’.

Item Type: Thesis (S1)
Keywords (Kata Kunci): afiks verba, afiks infleksi, afiks derivasi.
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Depositing User: Ahmadi S.Si
Date Deposited: 30 Aug 2017 00:58
Last Modified: 30 Aug 2017 00:58
URI: http://eprints.unram.ac.id/id/eprint/557

Actions (login required)

View Item View Item