INTERAKSI SISTEM PENYANGGA DENGAN MASSA BATUAN PADA TEROWONGAN MILA DI RABABAKA KOMPLEKS, KABUPATEN DOMPU

Kharisma, Bini (2016) INTERAKSI SISTEM PENYANGGA DENGAN MASSA BATUAN PADA TEROWONGAN MILA DI RABABAKA KOMPLEKS, KABUPATEN DOMPU. S1 thesis, Universitas Mataram.

[img]
Preview
Text
ARTIKEL ILMIAH BINI KHARISMA (F1A 012 025).pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Terowongan Mila merupakan terowongan yang difungsikan sebagai saluran air (waterway) dimana terowongan Mila diharapkan dapat menghubungkan dua saluran yang menembus bukit. Pelaksanaan pembuatan Terowongan Mila dilaksanakan dengan peledakan (blasting), dimana blasting merupakan proses untuk memecah batuan untuk mendapatklan lubang terowongan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan perhitungan matematis dengan lokasi studi pada terowongan Mila yang berada di Rababaka kompleks Kabupaten Dompu. Terowongan Mila terdiri dari 15 Sta dari arah inlet dan 14 Sta dari arah outlet. Terowongan Mila menggunakan sistem penyangga steel support, rock bolt, shotcrete , concrete lining, dan grouting. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tegangan vertikal yang terjadi adalah 0.720 MPa pada inlet dan 0.479 MPa pada outlet, sedangkan rata-rata tegangan horizontal yang terjadi adalah 0.270 MPa pada inlet dan 0.160 MPa pada outlet. Sebelum penyangga terpasang terjadi displacement maksimum sebesar 0.15 m. Pada bagian inlet pemasangan sistem penyangga mengakibatkan rata-rata penurunan displacement berikut, shotcrete menurunkan displacement menjadi 0.0292 m, concrete lining menurunkan displacement menjadi 0.02941 m, sistem penyangga rock bolt menjadi 0.1278 m, sistem penyangga steel support menjadi 0.0291 m, dan sistem penyangga grouting menjadi 0.0469 m. Pada bagian outlet pemasangan sistem penyangga mengakibatkan rata-rata penurunan displacement berikut, shotcrete menurunkan displacement menjadi 0.0146 m, concrete lining menurunkan displacement menjadi 0.0158 m, sistem penyangga rock bolt menjadi 0.1032 m, sistem penyangga steel support menjadi 0.0145 m, dan sistem penyangga grouting menjadi 0.0323 m. Perubahan displacement terjadi setelah pemasangan sistem penyangga rata-rata arah inlet sebesar 12.179 % untuk shotcrete, 11.959 % untuk concrete lining, 3.319 % untuk rockbolt, 12.189 % untuk steel support, dan 10.409 % untuk grouting. Perubahan displacement terjadi setelah pemasangan sistem penyangga rata-rata arah outlet sebesar 13.575 % untuk shotcrete, 13.415 % untuk concrete lining, 4.719 % untuk rockbolt, 13.586 % untuk steel support, dan 11.806 % untuk grouting.

Item Type: Thesis (S1)
Keywords (Kata Kunci): Terowongan Mila, Sistem Penyangga, Tegangan, Displacement.
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknik
Depositing User: Wiwin Kartikawati
Date Deposited: 25 Aug 2018 02:07
Last Modified: 25 Aug 2018 02:07
URI: http://eprints.unram.ac.id/id/eprint/7268

Actions (login required)

View Item View Item