TINJAUAN YURIDIS KEDUDUKAN ANAK HASIL PERNIKAHAN SIRI TERHADAP HARTA WARISAN DITIJAU DARI KUH PERDATA, HUKUM ISLAM DAN HUKUM ADAT(Studi di Desa Sepakat, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa Besar)

WIWID, UTAMI (2025) TINJAUAN YURIDIS KEDUDUKAN ANAK HASIL PERNIKAHAN SIRI TERHADAP HARTA WARISAN DITIJAU DARI KUH PERDATA, HUKUM ISLAM DAN HUKUM ADAT(Studi di Desa Sepakat, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa Besar). S1 thesis, Universitas Mataram.

[img] Text
Revisi Skripsi wiwid.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text
JURNAL Wiwid Utami.pdf
Restricted to ["security_typename_anyone" not defined]

Download (483kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan anak hasil pernikahan siri terhadap harta warisan, ditinjau menurut KUH Perdata, Hukum Islam dan Hukum Adat. Serta bagaimana praktik kedudukan anak dari perkawinan siri terhadap harta warisan. Studi di Desa Sepakat, kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa Besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak hasil pernikahan siri memiliki kedudukan yang berbeda dalam tiga sistem hukum di Indonesia. Menurut KUH Perdata, anak dari pernikahan siri dipandang sebagai anak luar kawin, hanya memiliki hubungan hukum dengan ibu dan keluarga ibu, sehingga tidak berhak atas warisan ayahnya. Namun, jika diakui, ia dapat mewarisi sebagian, tergantung golongan ahli waris lainnya: ⅓ jika bersama golongan I, ½ dengan golongan II dan III, dan ¾ dengan golongan IV. Dalam hukum Islam, anak dari pernikahan siri dianggap sah karena pernikahan telah memenuhi rukun dan syarat agama, meskipun tidak tercatat secara resmi. Oleh karena itu, anak tersebut berhak atas nasab dan warisan dari ayah dan ibunya, dengan ketentuan warisan sesuai jenis kelamin dan komposisi ahli waris (misalnya laki-laki mendapat dua kali bagian perempuan). Sementara itu, dalam hukum adat, khususnya di Desa Sepakat, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa Besar, anak hasil pernikahan siri diakui dan diperlakukan sama dengan anak sah, baik dalam kedudukan maupun pembagian warisan. Namun, praktik pembagian warisan umumnya tetap mengacu pada hukum Islam dan keputusan keluarga masing-masing.

Item Type: Thesis (S1)
Keywords (Kata Kunci): Pernikahan Siri, Warisan, Hukum
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Depositing User: Meike Megawati
Date Deposited: 03 Sep 2025 12:20
Last Modified: 03 Sep 2025 12:20
URI: http://eprints.unram.ac.id/id/eprint/50624

Actions (login required)

View Item View Item